Menyusun Artikel

 


Judul    : Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Sejuta Keistimewaan

Penulis : Rianti Maryana

 

Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Sejuta Keistimewaan

 

     Pada bulan lalu, tepatnya tanggal 20-21 Januari, SMA NEGERI 2 CIMAHI mengadakan kegiatan “Pameran Seni dan Teknologi”. Kegiatan ini mendukung model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang dirasa lebih efektif dan mandiri dalam pembelajaran. Kelompok saya mengusung tema “Pengolahan Makanan dengan Memanfaatkan Mikroorganisme sebagai Dasar Penerapan Bioteknologi Konvensional” dan memilih untuk membuat Virgin Coconut Oil (VCO), karena produk itu bisa dibilang menjadi incaran masyarakat karena memiliki banyak manfaat, selain itu juga untuk mengobati penyakit tertentu salah satu nya sering digunakan untuk mengobati pasien COVID-19.

Project Based Learning adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang memberikan kesempatan pasa siswa untuk memperdalam pengetahuannya sekaligus mengembangkan kemampuan melalui kegiatan problem solving dan investigasi. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih menekankan pada proses bagaimana siswa dapat memecahkan masalahnya dan akhirnya dapat menghasilkan sebuah produk. 

Brandon Goodman dan J. Stiver mendefinisikanya  sebagai sebuah pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.

Indonesia merupakan negara dengan wilayah pertanian yang sangat luas. Pemanfaatan lahan pertanian menjadi salah satu sektor dalam peningkatan perekonomian negara. Komoditas tanaman dari subsektor perkebunan yang dikembangkan di Indonesia salah satunya adalah kelapa. Pendapatan usaha tani kelapa diperlukan suatu pengelolaan yang dapat menjadi nilai tambah bagi produk. Masyarakat pada umumnya masih banyak yang menjual kelapa tanpa diolah (kelapa butiran). Salah satu alternatif diversifikasi produk kelapa yang dapat diolah secara fermentasi yaitu minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO).

Virgin Coconut Oil atau minyak kelapa murni atau yang disingkat VCO dibuat dengan cara memodifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga menghasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah.

Dalam pembuatannya bisa menggunakan berbagai cara, salah satunya dengan cara fermentasi. Kelompok Saya menggunakan cara fermentasi dan mikroorganisme yang digunakan adalah ragi roti/fermipan (Saccharomyces cerevisiae). Proses awal dilakukan dengan memeras hasil parutan kelapa tua dan mengambil santan kental (murni). Santan ini kemudian diberi ragi roti sebagai mikroorgnaisme kemudian dicampur dengan cara diaduk dan didimpan dalam wadah kedap udara seperti plastik dengan memastikan tidak ada udara di dalamnya, lalu diamkan selama 24 jam. Setelah 24 jam akan terlihat 3 lapis yaitu, VCO, blondo, dan air, untuk memisahkan dapat menggunakan sedotan dengan cara ditusukkan tepat di lapisan VCO bagian bawah.

Secara umum VCO dapat dijadikan sebagai makanan fungsional, karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan dan mengurangi resiko penyakit kronis (Jnanadevan, 2018). Virgin Cocounut Oil (VCO) merupakan salah satu suplemen berbahan alami yang terbukti memiliki potensi sebagai antibakteri yang bersumber dari minyak kelapa murni memiliki sifat pelembap dan antioksidan yang sangat baik yang dapat digunakan untuk mengelola masalah kulit, infeksi mikroba, dan meningkatkan kekebalan tubuh, menetralkan racun, dan meminimalkan pembentukan radikal bebas. Menurut Dr Shashank Joshi, anggota gugus COVID-19 Pemerintah India, masyarakat banyak mencari suplemen vitamin atau makanan pada masa pandemi virus corona ini. VCO telah terbukti memiliki banyak kandungan alami untuk tubuh dan tanpa efek samping ketika ita mengkonsumsinya. VCO saat ini menjadi primadona baru di dunia kesehatan Indonesia bahkan dunia. VCO banyak diproduksi oleh berbagai begara secara besar-besaran.

Virgin Coconut Oil (VCO) memiliki kelebihan dengan menghasilkan minyak dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan, dan tidak memutuhkan biaya tambahan yang terlalu mahal karena umumnya harga kelapa di pasaran, jenis, dan ukirannya sangat bervariatif. Namun, tetap saja ia mempunyai kekurangan yaitu dalam hal proses pemisahan yang menghasilkan VCO, blondo, dan air. Tetapi, dengan waktu  yang cukup lama itu menghasilkan produk yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan maupun kecantikan.

Ada perbedaan antara Virgin Coconut Oil (VCO) dengan minyak kelapa biasa. Perbedaanya terletak pada kandungannya  karena ia kaya vitamin E dan mineral yang tidak ada pada minyak kelapa biasa. Virgin Coconut Oil (VCO) juga bagus untuk digunakan sebagai pelembab, karena memiliki banyak antioksidan daripada minyak kelapa biasa. Oleh karena itu, karena proses yang panjang menyebabkan VCO mahal harganya, dan seperti peribahasa yang mengatakan bahwa ‘ada harga, ada rupa’.

Berbagai upaya untuk menemukan obat untuk mendukung pengobatan COVID-19 terus dilakukan oleh para peneliti di berbagai belahan dunia. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan alam atau herbal, termasuk menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO). Hasil pilot studi yang dilakukan di empat rumah sakit di Yogyakarta, peneliti menemukan bahwa VCO efektif dalam membunuh virus SARS-Cov-2 penyebab COVID-19 dan mencegah perberatan penyakit tersebut. Keempat rumah sakit itu ialah, RSUP Dr Sardjito, RSA UGM, RSUD Wonosari, serta RSUD Sleman. Para ilmuwan di Filipina melakukan studi riset yang sama dengan menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) dan kepala PCHRD Dr. Jaime Montoya mengatakan bahwa hasilnya sangat menjanjikan, karena tidak hanya menunjukkan bahwa VCO dengan sendirinya dapat menghancurkan virus, tetapi juga memiliki mekanisme kunci dalam meningkatkan respons imun terhadap Covid-19.

Penggunaan VCO dalam terapi COVID-19 ini dilatarbelakangi kandungan VCO yang telah diketahui memiliki aktivitas antivirus yang baik seperti asam laurat (C12) dan monolaurin (ML) beserta derivatnya. Seperti pada sabun, VCO bekerja dengan merusak membran sel pada virus. Saat VCO masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi monolaurin yang saat berinteraksi dengan membran sel virus dan akan merusak lapisan lipid pada sel tersebut. Dengan begitu, membran sel virus menjadi rusak dan tidak berfungsi.

Dalam beberapa tahun terakhir, minyak kelapa murni semakin diperhatikan karena manfaat kesehatannya yang lebih luas, meskipun persentase lemak jenuhnya tinggi, dan sering direkomendasikan sebagai bagian dari tren kesehatan, seperti diet ketogenik dan paleo. Pada masa pandemi virus corona, suplemen makanan dan vitamin banyak dicari masyarakat. Salah satu suplemen berbahan alami yang terbukti memiliki potensi sebagai antibakteri adalah Virgin Coconut Oil (VCO). 

Pemerintah melalui Menristek atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang mengembangkan suplemen dengan bahan-bahan herbal untuk mencegah virus Corona (COVID-19). Sementara itu, salah satu perusahaan Virgin Coconut Oil (VCO) bernama Batrisyia Herbal menyatakan bahwa permintaan VCO meningkat berlipat-lipat semenjak adanya kasus Covid-19.

VCO termasuk golongan obat tradisional jamu dan umumnya diproduksi umumnya bentuk cairan atau kapsul. Saat ini, VCO sangat mudah ditemukan di pasaran. Banyak negara yang kini mulai memproduksi VCO secara besar-besaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kearifan Lokal Gunungkidul

Merancang Teks Editorial